BELITUNG TIMUR – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Maisinun, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan sektor pendidikan, termasuk memastikan kebutuhan sekolah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tetap mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran daerah.

Hal tersebut disampaikan Maisinun saat melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Dukong, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Maisinun, reses menjadi momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan, sekaligus menyerap aspirasi yang nantinya menjadi bahan perjuangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Babel, Maisinun menjelaskan pihaknya memiliki tanggung jawab terhadap sejumlah bidang strategis, di antaranya pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, dan ketenagakerjaan.

Khusus sektor pendidikan, ia memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada pengurangan dukungan terhadap dunia pendidikan di Babel.

“Kalau Komisi IV itu tidak pernah sedikit pun memotong anggaran mengenai masalah pendidikan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Ia mengatakan, dukungan terhadap sektor pendidikan terus dilakukan melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Babel, cabang dinas pendidikan, hingga pihak sekolah.

“Untuk dunia pendidikan, untuk masalah sekolah, kami bukan mengurangi atau mencoret, tapi kami mendukung,” ujarnya.

Maisinun menambahkan, masih terdapat ruang untuk mendukung pembangunan maupun peningkatan fasilitas pendidikan melalui APBD Provinsi Babel. Karena itu, Komisi IV akan terus mencermati kebutuhan sekolah di setiap daerah dan memperjuangkannya sesuai kemampuan keuangan daerah.

Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat Desa Dukong turut menyampaikan sejumlah aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.

Kepala Desa Dukong, Imanda Patria, mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan bertemu langsung dengan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan serta persoalan yang ada di lingkungan mereka.

Salah satu aspirasi yang disampaikan warga berkaitan dengan persoalan lingkungan, yakni meningkatnya populasi nyamuk yang diduga berasal dari aktivitas tambak udang di sekitar permukiman. Warga juga mengkhawatirkan dampak limbah tambak terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Sementara itu, warga lainnya, Kartini, menyampaikan dua persoalan penting terkait kesejahteraan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap insentif bagi kader posyandu desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, Kartini juga menyoroti keterbatasan tenaga dokter spesialis di Kabupaten Belitung Timur. Menurutnya, kondisi tersebut masih menyebabkan sebagian masyarakat harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.