BANGKA TENGAH – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Tengah, Me Hoa, menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Simpang Jongkong, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di tingkat desa. Hadir dalam kegiatan itu Lurah Simpang Jongkong, perwakilan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Biro Kesra Pemerintah Provinsi Babel.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga persoalan pendataan penerima bantuan sosial melalui sistem desil.
Me Hoa menegaskan bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Ia mengajak masyarakat untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit.
“Kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan. Masyarakat harus terus menjaga pola hidup sehat dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Me Hoa.
Ia menyampaikan, berdasarkan pemantauan, penyakit yang banyak terjadi di masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca dan musim panas yang berlangsung cukup panjang.
Karena itu, Me Hoa mengingatkan masyarakat agar memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif. Bagi masyarakat yang mengalami kendala akibat tunggakan pembayaran, Dinas Kesehatan menjelaskan adanya program pencicilan untuk membantu penyelesaian pembayaran.
Selain kesehatan, persoalan data desil penerima bantuan sosial juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Me Hoa menilai masih terdapat ketidaktepatan dalam pendataan sehingga perlu dilakukan evaluasi secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, pemerintah memiliki rencana untuk menghapus biaya bagi kelompok desil tertentu, terutama desil 1 hingga desil 4. Namun, kebijakan tersebut harus didukung dengan data yang benar-benar akurat agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Data desil ini masih terus dipantau karena ketepatan data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Me Hoa juga menyarankan agar pemerintah menyediakan ruang pengaduan atau meja laporan bagi masyarakat yang merasa belum masuk dalam data penerima bantuan maupun bagi warga yang ingin melaporkan ketidaksesuaian data.
Menurutnya, masukan langsung dari masyarakat sangat penting untuk memperbaiki kualitas pendataan di lapangan.
“Setiap aduan masyarakat terkait data desil yang layak dan tepat sasaran akan menjadi catatan bagi seluruh perangkat yang terlibat dalam proses pendataan,” tegasnya.
Dalam bidang pendidikan, Me Hoa menyebut pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Ia menilai keberadaan sekolah yang memadai, mudah dijangkau, serta memiliki kualitas pembelajaran yang baik sangat penting untuk mencetak generasi masa depan Bangka Belitung.
“Pendidikan sangat penting, terutama sejak usia dini. Untuk itu perlu kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat agar anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik,” ungkapnya.
Me Hoa berharap perhatian terhadap dunia pendidikan terus ditingkatkan agar anak-anak di daerah memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.
Sementara itu, sektor ketenagakerjaan juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan reses tersebut. Me Hoa menyebut tenaga kerja yang kompeten dan memiliki keterampilan menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing daerah.
Dinas Tenaga Kerja Babel dalam kesempatan itu menyampaikan berbagai program pelatihan yang dapat diikuti masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Program tersebut di antaranya pelatihan bidang UMKM, menjahit, serta berbagai keterampilan lainnya yang dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Me Hoa berharap masyarakat dapat memanfaatkan program pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.