BANGKA — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zarril melaksanakan kegiatan reses di Dusun Sidomulyo, Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Minggu (17/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat provinsi.
Dalam dialog bersama masyarakat, dr. Zarril juga memaparkan tiga fungsi utama DPRD, yakni fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia menjelaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab menyusun peraturan daerah bersama pemerintah daerah.
“Tugas dewan ada tiga. Pertama membuat peraturan daerah bersama gubernur. Kami DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama-sama menyusun perda,” jelasnya.
Selain fungsi legislasi, DPRD juga memiliki fungsi penganggaran untuk menentukan alokasi anggaran daerah serta fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
“Yang kedua penganggaran, dan yang ketiga mengawasi gubernur beserta jajarannya,” katanya.
Di hadapan masyarakat yang hadir, dr. Zarril mendorong warga agar tidak ragu menyampaikan berbagai usulan maupun kebutuhan yang dirasakan di lingkungan mereka. Ia menilai semakin banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, maka semakin besar pula peluang untuk diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD.
“Silakan sampaikan aspirasi sebanyak-banyaknya. Posisi rakyat itu berada di atas wakil rakyat. Bapak ibu boleh memberi perintah kepada wakil rakyat karena kami hadir untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Suasana reses berlangsung hangat dan interaktif. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan dan harapan terkait pembangunan maupun kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan pembangunan lingkungan. Warga meminta adanya bantuan pupuk subsidi untuk membantu para petani, perbaikan infrastruktur jalan, hingga bantuan dana hibah untuk masjid.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perhatian khusus terhadap sekitar 300 ribu guru TPA se-Bangka Belitung yang dinilai memiliki peran penting dalam pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, dr. Zarril menegaskan bahwa kesejahteraan guru TPA perlu menjadi perhatian bersama karena mereka turut berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan agama.