SUNGAILIAT — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agam Dliya Ul-Haq menggelar kegiatan reses di Kantor Lurah Parit Padang, Sungailiat. Dalam kegiatan tersebut, Agam menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat terkait kebutuhan dasar, pendidikan, infrastruktur, bantuan sosial, hingga sarana keagamaan.
Kegiatan reses berlangsung interaktif dengan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kesempatan itu, Agam menjelaskan bahwa pada beberapa tahun lalu DPRD provinsi sempat mengalami keterbatasan kuota dalam merealisasikan berbagai usulan masyarakat. Namun kini, dengan mekanisme yang lebih tertata, hasil reses diharapkan dapat menjadi dasar pengajuan program pembangunan dan bantuan masyarakat.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan prioritas, seperti sarana dan prasarana untuk masjid, termasuk pembangunan talud dan gapura.
Di bidang pendidikan, warga menyoroti persoalan zonasi di SMAN 1 Sungailiat agar anak-anak di wilayah Parit Padang memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
Sementara itu, Yuko, salah satu warga, menyampaikan keluhan terkait data desil bantuan sosial, gangguan petir akibat keberadaan menara Telkom yang merusak alat elektronik warga, serta kondisi trotoar yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan segera.
Keluhan juga datang dari Ketua RT setempat terkait sering padamnya lampu jalan di kawasan Air Merapin yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat pada malam hari.
Menanggapi usulan masyarakat, Agam meminta pengurus masjid segera melengkapi proposal pengajuan bantuan dan memastikan domisili administrasi telah sesuai agar proses bantuan dapat berjalan lebih mudah.
Ia menambahkan, kehadiran perwakilan dinas dalam kegiatan reses bertujuan agar setiap aspirasi masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing.
“Dinas Sosial misalnya, Pak Taufik bisa menjelaskan terkait bantuan PKH dan bantuan terdaftar 1 sampai 10. Dinas Pertanian juga siap membantu jika ada persoalan di bidang ketahanan pangan,” katanya.
Agam berharap seluruh hasil reses tersebut dapat ditindaklanjuti secara maksimal sehingga kebutuhan masyarakat Parit Padang dapat terakomodasi dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.