BANGKA BARAT — Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Heryawandi menggelar kegiatan reses Masa Sidang II Tahun Sidang II 2026 di Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (17/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat, khususnya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Dusun Kamat.

Dalam sambutannya, Heryawandi menjelaskan secara singkat tugas dan fungsi DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan peraturan daerah. Ia menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Heryawandi menyoroti pentingnya menjaga ketahanan pangan daerah dengan mempertahankan lahan persawahan seluas 102 hektare di Dusun Kamat agar tidak beralih fungsi.

“Kita berharap sawah seluas 102 hektare ini tetap dijaga dan terus produktif. Bagaimana caranya agar setiap tahun hasil panen masyarakat bisa semakin meningkat,” ujar Heryawandi.

Ia menyadari bahwa saat ini banyak masyarakat mulai beralih menanam kelapa sawit karena dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi. Meski demikian, menurutnya sektor pertanian pangan tetap harus dipertahankan sebagai penopang kebutuhan pangan masyarakat.

“Alhamdulillah harga sawit saat ini cukup baik dan membantu ekonomi masyarakat. Namun lahan sawah yang dikelola sekitar 200 kepala keluarga ini juga harus tetap dijaga keberlangsungannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Fathurohim meminta dukungan dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait bantuan bibit padi unggul yang sesuai dengan kondisi tanah sawah di Dusun Kamat.

Menanggapi permintaan tersebut, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Isa, menyampaikan bahwa pihaknya berencana memberikan bantuan bibit padi gratis kepada masyarakat petani.

“InsaAllah akan ada bantuan bibit padi gratis dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk masyarakat,” ujar M. Isa.

Dalam sesi dialog, para petani menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Salah satu anggota Gapoktan bernama Zul mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan BBM subsidi untuk operasional mesin penggiling padi.

Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah melakukan normalisasi sungai karena lahan pertanian kerap tergenang air saat musim hujan, yang berdampak pada produktivitas sawah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Heryawandi menegaskan pihaknya akan mendorong penambahan kuota pupuk subsidi melalui Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar kebutuhan petani di Dusun Kamat dapat terpenuhi.

Untuk kebutuhan BBM subsidi, ia menyebut akan diupayakan kerja sama khusus dengan salah satu SPBU agar petani padi dapat memperoleh BBM subsidi menggunakan sistem kartu barcode.

“Nanti akan ada kerja sama khusus dengan SPBU untuk BBM subsidi petani padi, dan dari dinas juga akan membantu prosesnya untuk ke depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga menyinggung harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan berharap pemerintah dapat mendorong harga yang lebih baik di tingkat petani.