BANGKA BARAT – Suasana dialog antara wakil rakyat dan generasi muda mewarnai kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Leviyan, Johan Vigario, dan Bobby Prima Sandi Muslim, di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang terbuka bagi pemuda, pemudi, serta masyarakat Mentok untuk menyampaikan berbagai aspirasi, berdiskusi, sekaligus memahami lebih dekat peran dan fungsi DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat.

Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan oleh generasi muda Mentok. Mereka berharap adanya perhatian lebih terhadap pengembangan ekonomi kreatif agar perekonomian daerah tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan dan perkebunan, tetapi juga mampu berkembang melalui potensi kreativitas anak muda.

Selain itu, mereka uga menyampaikan harapan terkait peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 1 Mentok, serta mendorong agar Kota Mentok dapat menjadi daerah yang lebih ramah dan nyaman bagi generasi muda untuk beraktivitas dan berkarya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Leviyan menegaskan bahwa DPRD Provinsi Babel akan terus menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah dalam memperjuangkan kebutuhan dan harapan warga. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan generasi muda Mentok merupakan masukan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

 

“Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi catatan dan akan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan DPRD Provinsi. Kami ingin memastikan suara masyarakat, termasuk generasi muda, tidak berhenti hanya menjadi masukan, tetapi dapat dikawal agar masuk dalam proses pembangunan,” ujar Leviyan.

Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Bangka Belitung. Karena itu, ia mendorong para pemuda untuk tidak hanya menunggu peluang, tetapi aktif meningkatkan kemampuan, berinovasi, serta berani mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Anak muda jangan hanya menjadi penonton. Manfaatkan kesempatan yang ada, terus belajar, kembangkan kreativitas, dan jangan bermalas-malasan. Masa depan daerah ini juga ada di tangan generasi muda,” tegas Leviyan.

Menurutnya, perkembangan zaman menghadirkan banyak peluang baru, terutama melalui teknologi dan ekonomi kreatif. Dengan semangat, keterampilan, dan kemauan untuk berkembang, generasi muda Mentok diyakini mampu menciptakan berbagai inovasi serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Johan Vigario yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Babel menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian pihaknya, khususnya terkait pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, beberapa kebutuhan masyarakat yang terus menjadi perhatian antara lain penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) serta pelebaran jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Untuk persoalan infrastruktur, tentu ada mekanisme dan kewenangan masing-masing. Apa yang menjadi kewenangan provinsi akan terus kita dorong agar dapat menjadi perhatian dalam program pembangunan,” kata Johan.

Ia menambahkan, ketersediaan infrastruktur yang memadai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby Prima Sandi Muslim menyampaikan sejumlah informasi terkait program pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Salah satunya mengenai program Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) berupa bantuan beasiswa bagi pemuda dan pemudi di Mentok maupun generasi muda yang hadir dalam kegiatan reses tersebut.

“Kami ingin anak-anak muda mengetahui bahwa ada banyak program pemerintah yang bisa dimanfaatkan, salah satunya terkait pendidikan. Jangan sampai kesempatan yang ada tidak diketahui oleh masyarakat,” ungkap Bobby.

Kegiatan reses tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Sentosa, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam pemaparannya, Eko Sentosa menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini memberikan banyak peluang bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, teknologi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, hingga menciptakan peluang usaha baru.

“Teknologi hari ini berkembang sangat cepat. Generasi muda harus mampu memanfaatkannya secara positif, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pencipta berbagai inovasi dan peluang,” ujar Eko.

Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi Z, dapat menggunakan teknologi secara bijak serta mampu menyaring berbagai informasi yang diterima.

Melalui kegiatan reses tersebut, DPRD Babel berharap ruang dialog bersama masyarakat, terutama generasi muda, dapat terus menjadi wadah untuk menyerap aspirasi sekaligus mendorong lahirnya ide-ide baru bagi kemajuan daerah.