PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, meminta masyarakat untuk tidak panik menyikapi isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan beredar. Isu tersebut muncul seiring kekhawatiran dampak konflik perang antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat, sehingga memicu kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi internasional.
Didit mengatakan, informasi yang diterimanya menyebutkan sebagian masyarakat mulai melakukan antrean di sejumlah SPBU karena khawatir pasokan BBM di Bangka Belitung akan terganggu.
“Tadi saya mendapat informasi bahwa masyarakat sudah mulai antre BBM. Karena itu saya langsung menelepon GM Pertamina Bangka Belitung untuk memastikan kondisinya,” ungkap Didit, Jumat (6/3/2026).
Setelah melakukan komunikasi dengan pihak Pertamina, Didit memastikan bahwa ketersediaan BBM di wilayah Bangka Belitung masih dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah untuk mengatasinya Pertamina sudah menyiapkan pasokan. Saat ini stok masih bertahan sekitar lima hari dan kapal pengangkut BBM juga sudah menuju Pangkal Balam,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik atau melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM tetap terjaga.
Selain itu, Didit juga meminta pihak PT Pertamina (Persero) untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi penimbunan BBM oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan dari situasi tersebut.
“Saya minta masyarakat Bangka Belitung jangan panik, dan saya juga meminta Pertamina berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM,” tegasnya.
Didit berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan pengelolaan distribusi BBM kepada pihak terkait, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Bangka Belitung dapat terus berjalan normal.