PANGKALPINANG - Puluhan pengemudi ojek online (ojol) Grab di Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyambangi Kantor DPRD Babel pada Rabu (12/3). Mereka menyampaikan keluhan terkait fitur beta dalam aplikasi yang dinilai merugikan para mitra pengemudi.
Para pengemudi menilai dengan hadirnya fitur baru dalam strategi promosi aplikasi tersebut, justru memperbesar potongan pendapatan mereka.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Didit Sri Gusjaya menyatakan keprihatinannya terhadap dampak kebijakan tersebut. Apalagi setelah ia mengetahui bahwa tidak semua provinsi menerapkan fitur yang sama, sehingga muncul ketimpangan kebijakan antarwilayah.
“Berdasarkan penuturan para pengemudi, fitur beta ini tidak diterapkan di Palembang dan Lampung yang notabene memiliki jumlah penduduk lebih besar. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa di Babel justru diberlakukan? Akibatnya, penghasilan pengemudi bisa turun hingga 50 persen,” ujar Didit di Ruang Badan Musyawarah.
Oleh karena itu, ia bersama pihak Diskominfo dan Dishub Babel secepatnya akan berkoordinasi dengan Kementerian terkait guna menyuarakan aspirasi para pengemudi ojek online.
"Kami teruskan aspirasi ini ke Kementerian Komunikasi dan Digital, lalu juga ke Kementerian Perhubungan," pungkasnya.